Friday, January 3, 2020

PENGARUH MEDIA TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL

Forum Ads.id

PENGARUH MEDIA TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL
Oleh Suwardi Lubis

Media massa mempunyai peran yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Peran komunikasi sangat menentukan dalam penyampaian informasi maupun suatu kebijakan pemerintah. Seiring dengan perkembangan zaman media massa tumbuh dan berkembang dengan subur, bak jamur dimusim hujan. Era globalisasi memiliki pengaruh yang kuat disegala dimensi kehidupan masyarakat. Hal ini menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan sosial baik secara positif maupun negatif. Perkembangan teknologi membuat masyarakat terapit diantara dua pilihan. Disatu pihak masyarakat menerima kehadiran teknologi, di pihak lain kehadiran teknologi modern justru menimbulkan masalah-masalah yang bersifat struktural yang kemudian merambah di semua aspek kehidupan masyarakat. Terkait dengan perkembangan teknologi yang berdampak kearah modernisasi, IPTEK merupakan yang paling pesat perkembangannya. Salah satu diantaranya yang cukup membuat masyarakat terkagum-kagum ialah perkembangan teknologi informasi.
Media massa adalah bentuk kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Melalui media massa yang semakin banyak berkembang memungkinkan informasi menyebar dengan mudah di masyarakat. Informasi dalam bentuk apapun dapat disebarluaskan dengan mudah dan cepat sehingga mempengaruhi cara pandang, gaya hidup, serta budaya suatu bangsa. Maka tidak salah apa yang dikatakan Dennis McQuil bahwa “Media massa merupakan salah satu sarana untuk pengembangan kebudayaan, bukan hanya budaya dalam pengertian seni dan simbol tetapi juga dalam pengertian pengembangan tata-cara, mode, gaya hidup dan norma-norma”.





  1. Definisi, Peran, dan Fungsi Media Massa
  1. Definisi Media Massa
Terdapat beberapa pengertian terhadap media, media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Jadi dapat dipahami bahwa media adalah perantara atau pengantar dari pengirim ke penerima pesan.1
Pada pengertian lain, media ialah saluran penyampai pesan dalam komunikasi antar manusia. Menurut McLuhan media massa adalah perpanjangan alat indera manusia. Melalui media massa kita memperoleh informasi tentang benda, orang, atau tempat yang tidak kita alami secara langsung. Media massa bekerja untuk menyampaikan informasi. Untuk khalayak informasi itu dapat membentuk, mempertahankan atau mendefinisikan citra.2
Media juga dapat diartikan sebagai alat atau sarana yang dipergunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak . berdasarkan sifatnya, media terdiri dari dua yaitu media cetak dan media elektronik.3 Media massa atau Pers adalah suatu istilah yang mulai digunakan pada tahun 1920-an untuk mengistilahkan jenis media yang secara khusus didesain untuk mencapai masyarakat yang sangat luas. Dalam pembicaraan sehari-hari, istilah ini sering disingkat menjadi media.4
  1. Peran Media Massa
Peran media dalam ilmu komunikasi terdapat dalam ranah komunikasi massa, yang dimana komunikasi massa itu sendiri dapat diartikan dalam dua cara yakni komunikasi oleh media dan komunikasi untuk massa. Namun dalam hal ini tidak berarti komunikasi massa adalah untuk setiap orang. Komunikasi massa ialah komunikasi yang penting dalam kehidupan kita. Setiap hari kita membaca surat kabar, buku, majalah, menonton televisi, dan mendengar radio. Radio, TV, surat kabar dan majalah media massa yang penting dalam mencorakkan hidup manusia, baik dewasa maupun anak-anak.5
Media tetap cenderung memilih khalayak dan demikian pula sebaliknya, khalayak memilih-milih media. Karakteristik terpenting pertama komunikasi massa ialah sifatnya yang satu arah. Memang ada televise dan radio yang mengadakan dialog interaktif yang melibatkan khalayak secara langsung, namun itu hanya keperluan terbatas.
Media juga mampu menjangkau khalayak secara luas, jumlah media yang diperlukan sebenarnya tidak terlalu banyak sehingga kompetensinya selalu berlangsung ketat. Banyak yang tidak menyadari bahwa media sesungguhnya telah mempangaruhi pandangan dan tindakannya. Sebagian kecil orang saja yang mengetahui bahwa media mempengaruhi minat atau apa yang mereka suka atau tidak mereka sukai. Sejak 1970-an ada indikasi bahwa jumlah orang yang menyadari dan mau memikirkan secara serius dampak-dampak media telah bertambah. Kritik terhadap media pun berkembang, meskipun tidak semuanya tepat.
Media massa seperti halnya pesan lisan dan isyarat, sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari komunikasi manusia. Pada hakikatnya media adalah perpanjangan lidah dan tangan yang berjasa meningkatkan kapasitas manusia untuk mengembangkan struktur sosialnya.
Disetiap masyarakat, mulai dari yang paling primitif hingga yang kompleks, sistem komunikasi menjalankan empat fungsi. Harold Laswell telah mendefinisikan tiga diantaranya : penjagaan lingkungan yang mendukung, pengaitan berbagai komponen masyarakat agar dapat menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan, serta pengalihan warisan sosial. Wilbur Schramm menggunakan istilah yang lebih sederhana, yakni system komunikasi sebagai penjaga, forum dan guru. Ia dan sejumlah pakar menambahkan fungsi keempat : sumber hiburan.
Sistem komunikasi juga mampu mengubah kebudayaan. Harold Adams Innis, seorang ekonom Kanada yang menjadi teorisi ilmu komunikasi percaya bahwa teknologi komunikasi merupakan inti dari teknologi. Innis juga menambahkan bahwa berbagai media komunikasi yang ada telah mempengaruhi bentuk-bentuk organisasi sosial. Itu berarti media juga mempengaruhi jenis-jenis asosiasi manusia yang berkembang pada berbagai periode.
Carey mendukung pendapat Innis yang menyatakan bahwa teknologi komunikasi memainkan peran utama dalam mempengaruhi organisasi sosial dan kebudayaan. Ilmuwan Kanada lainnya, Marshall McLuhan, menambahkan bahwa teknologi komunikasi juga mempengaruhi organisasi kehidupan dan bahkan pemikiran manusia.
McLuhan berpendapat bahwa pada era Listrik (Electric Age), yang dimulai sejak ditemukannya telegram, dunia sudah disatukan oleh jaringan raksasa kabel listrik. Dunia pun menjadi sebuah desa global.
McLuhan juga sependapat dengan Innis bahwa manusia, ketika menemukan sarana komunikasi baru, tidak saja menciptakan alat baru komunikasi massa, namun juga mengubah esensi dari komunikasi massa itu sendiri. McLuhan lebih lanjut mengatakan bahwa sebelum adanya alfabet, telinga merupakan alat komunikasi dominan : “apa yang didengar itulah yang dipercaya”. Setelah alfabet ditemukan, peran dominan bergeser ke mata : “seeing is believing”. Ketika sarana-sarana yang canggih ditemukan, terutama setelah datangnya era listrik, maka peran dominan itu merata ke berbagai indera. McLuhan juga mengatakan bahwa “Media adalah pesan itu sendiri”, yang maksudnya adalah apa yang disampaikan media kepada masyarakat ternyata lebih dari apa yang akan diterima masyarakat itu jika mereka berkomunikasi tanpa media, itu berarti adanya materi cetak paling penting dari kandungan maksud yang disampaikannya. Dan keberadaan televisi lebih penting daripada apa yang ditayangkannya.
Melalui beberapa bukunya McLuhan menguraikan idenya tersebut. Ia bahkan berpendapat bahwa media merupakan “wujud perluasan” dari manusia, sama seperti mobil, pakaian, arloji, dan berbagai benda lain yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Ia melihat perkembangan era satu ke era lain terkait dengan tahap-tahap perkembangan media komunikasi.
Media massa terutama televisi memberikan kesan yang berpengaruh sekali terutama kepada anak-anak. Mereka belum dapat menilai dengan lebih kritikal, jadi apa yang dilihat, dipercayai, diikuti, dan dilakoni semua. Begitu berkesannya media massa dalam menukar pemikiran, sikap dan perlakuan penonton yang terpengaruh kepada media itu.
Ditengah sengitnya persaingan memperebutkan uang pengiklan dan perhatian publik, media telah mengembangkan dan berbagi sejumlah peran. Sebagai media informasi, radio dan televisi unggul dalam menyampaikan berita secara dini yang dilengkapi dengan ulasan penjelas. Kalau media siaran memberi perhatian pada suatu peristiwa, biasanya waktu dan perhatian untuk peristiwa lain berkurang. Celah inilah yang kemudian diisi oleh Koran. Seringkali Koran memberitakan banyak hal, sehingga kedalamannya pun terbatas. Celah ini pula yang kemudian diisi oleh majalah. Majalah acapkali sengaja meliput sesuatu yang diberitakan oleh media siaran secara lebih panjang lebar. Seseorang yang tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang sesuatu yang diberitakan televisi akan mencarinya di majalah. Jika ia ingin lebih mendalaminya, ia akan mencari bukunya, atau film dokumenternya. Hal ini juga menandakan bahwa peran media sebagai penafsir informasi sama pentingnya dengan perannya sebagai penyampai informasi.
Media tidak selamanya berbagi peran secara jelas, dan adakalanya mereka tidak Cuma melakukan sesuatu yang menjadi bidang unggulannya. Media siaran mampu menyampaikan suatu informasi dengan cepat, namun ia tidak dapat menguraikan segala aspeknya secara lengkap dan mendalam. Koran cukup mendalam dalam mengulas suatu berita, namun ada kalanya ia mengabaikan berita atau aspek tertentu yang bagi sebagian orang lebih penting. Majalah, buku, dan film dokumenter dapat mengisi kekurangan ini. Namun faktanya, tiap media acapkali mencoba melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak ia kuasai, bahkan terkadang dengan mengorbankan kelebihannya. Padahal tiap jenis media mempunyai kelebihan sendiri dalam menyampaikan dan menafsirkan informasi.6

  1. Fungsi Media Massa
  1. Media massa memiliki fungsi pengantar (pembawa) bagi segenap macam pengetahuan. Jadi, media massa memainkan peran intuisi lainnya
  2. Media massa menyelenggarakan kegiatan dalam lingkungan public. Pada dasarnya media massa dapat dijangkau oleh segenap anggota masyarakat secara sukarela, umum, dan murah
  3. Pada dasarnya hubungan antara pengirim pesan dengan penerima pesan seimbang dan sama
Media massa menjangkau lebih banyak orang dari pada insitusi lainnya dan sejak dahulu ‘mengambil alih’ peranan sekolah, orang tua, dan lainnya.7 Sedangkan beberapa fungsi media massa pada budaya diantaranya :
  1. Fungsi pengawasan (surveillance), penyediaan informasi tentang lingkungan.
  2. Fungsi penghubungan (correlation), dimana terjadi penyajian pilihan solusi untuk suatu masalah.
  3. Fungsi pentransferan budaya (transmission), adanya sosialisasi dan pendidikan.
  4. Fungsi hiburan (entertainment) yang diperkenalkan oleh Charles Wright yang mengembangkan model Laswell dengan memperkenalkan model dua belas kategori dan daftar fungsi. Pada model ini Charles Wright menambahkan fungsi hiburan. Wright juga membedakan antara fungsi positif (fungsi) dan fungsi negatif (disfungsi).8


  1. Perubahan Sosial Dalam Masyarakat


Perubahan sosial adalah proses yang dialami oleh anggota masyarakat serta semua unsur-unsur budaya dan sistem-sistem sosial, dimana semua tingkat kehidupan masyarakat secara sukarela atau dipengaruhi oleh unsur-unsur eksternal meninggalkan pola-pola kehidupan, budaya, dan sistem sosial lama kemudian menyesuaikan diri atau menggunakan pola-pola kehidupan, budaya, dan sistem sosial yang baru.9
Definisi dan pengertian tentang perubahan sosial menurut para ahli diantaranya adalah sebagai berikut :
Gillin  ‘Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi sebagai suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima karena adanya perubahan kondisi geografi, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi, maupun adanya difusi atau penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.’
Emile Durkheim ‘Perubahan sosial terjadi sebagai hasil dari faktor-faktor ekologis dan demografis, yang mengubah kehidupan masyarakat dari kondisi tradisional yang diikat solidaritas mekanistik, ke dalam kondisi masyarakat modern yang diikat oleh solidaritas organistik.10
William F. Ogburn ‘Perubahan sosial adalah perubahan yang mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun immaterial yang menekankan adanya pengaruh besar dari unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial’
Raja  ‘Perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang memengaruhi suatu sistem sosial.’
Tidak semua gejala-gejala sosial yang mengakibatkan perubahan dapat dikatakan sebagai perubahan sosial, gejala yang dapat mengakibatkan perubahan sosial memiliki ciri-ciri antara lain :
  1. Setiap masyarakat tidak akan berhenti berkembang karena mereka mengalami perubahan baik lambat maupun cepat.
  2. Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu akan diikuti dengan perubahan pada lembaga-lembaga sosial lainnya.
  3. Perubahan sosial yang cepat dapat mengakibatkan terjadinya disorganisasi yang bersifat sementara sebagai proses penyesuaian diri.
  4. Perubahan tidak dibatasi oleh bidang kebendaan atau bidang spiritual karena keduanya memiliki hubungan timbal balik yang kuat.11
Perubahan sosial terjadi ketika ada kesediaan anggota masyarakat untuk meninggalkan unsur-unsur budaya dan sistem sosial lama dan mulai beralih menggunakan unsur-unsur budaya dan sistem sosial yang baru. Perubahan sosial dipandang sebagai konsep yang serba mencakup seluruh kehidupan masyarakat baik pada tingkat individual, kelompok, masyarakat, negara, dan dunia yang mengalami perubahan. Hal-hal penting dalam perubahan sosial menyangkut aspek-aspek perubahan pola piker masyarakat, perubahan budaya materi.12
  1. Pengaruh Media Massa Terhadap Perubahan Sosial
Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seperti media massa, menyebabkan terjadi perubahan secara cepat dimana-mana. Media massa sedikit demi sedikit membawa masuk masyarakat ke suatu pola budaya yang baru dan mulai menentukan pola pikir serta budaya perilaku masyarakat. Tanpa disadari media massa telah ikut mengatur jadwal hidup kita serta menciptakan sejumlah kebutuhan.
Keberadaaan media massa dalam menyajikan informasi cenderung memicu perubahan serta banyak membawa pengaruh pada penetapan pola hidup masyarakat. Beragam informasi yang disajikan dinilai dapat memberi pengaruh yang berwujud positif dan negatif. Secara perlahan-lahan namun efektif, media membentuk pandangan masyarakat terhadap bagaimana seseorang melihat pribadinya dan bagaimana seseorang seharusnya berhubungan dengan dunia sehari-hari.
  1. Pengaruh Positif
Media sebagai sebuah system komunikasi manusia telah kian penting di dunia, seperti yang diuangkapkan oleh C. Wright Mills “pengalaman primer telah digantikan oleh komunikasi sekunder, seperti media cetak, radio, televisi, dan film film. Media telah memainkan peran penting dalam merombak tatanan sosial menjadi masyarakat serbamasal. Lebih dari itu, menurut Mills, media juga kian penting sebagai alat kekuasaan kaum elite. Media tidak hanya menyaring pengalaman eksternal manusia, melainkan bahkan ikut membentuk pengalaman itu sendiri. Media memberi tahu kita tentang apa atau siapa diri kita, harus menjadi apa diri kita nanti, apa yang kita inginkan, dan bagaimana kita menampilkan diri kepada orang lain. Media menyajikan aneka informasi tentang dunia. Namun karena media menyajikannya dalam bahasa, stereotype dan harapannya sendiri, media sering membuat manusia frustasi dalam upayanya mengaitkan kehidupan pribadinya dengan kenyataan dunia di sekelilingnya. Manusia kian tergantung pada media untuk memperoleh informasi dan kian rapuh terhadap manipulasi dan eksploitasi kalangan tertentu di masyarakat yang menguasai media.13
Media memperlihatkan pada masyarakat bagaimana standar hidup layak bagi seorang manusia, sehingga secara tidak langsung menyebabkan masyarakat menilai apakah lingkungan mereka sudah layak atau apakah ia telah memenuhi standar tersebut dan gambaran ini banyak dipengaruhi dari apa yang di lihat, didengar dan dibaca dari media. Pesan/informasi yang disampaikan oleh media bisa jadi mendukung masyarakat menjadi lebih baik, membuat masyarakat merasa senang akan diri mereka, merasa cukup atau sebaliknya mengempiskan kepercayaan dirinya atau merasa rendah dari yang lain.
Selain itu juga terdapat beberapa dampak positif yang dapat diuraikan sebagai berikut :
  1. Media memiliki cara untuk menunjukkan kepada kita informasi yang tersusun rapi dalam berita. Anak-anak juga mendapat manfaat dari media karena dapat meningkatkan pengetahuan mereka dalam mata pelajaran tertentu
  2. Kita memiliki rasa atas apa yang terjadi disekitar kita dan juga tentang segala sesuatu di tempat lain. Kita dapat melihat dunia melalui televisi, bahkan jika kita berdiam diri disatu tempat sepanjang waktu. Kita menjadi punya pengetahuan tentang apa yang terjadi disana tanpa kita sendiri berada ditempat itu
  3. Media dalam segala bentuknya dapat memperkenalkan kita cara berfikir kreatif yang dapat membantu kita memperbaiki diri dengan cara yang berbeda, baik itu dalam kehidupan pribadi atau pekerjaan kita. Hal ini dapat mengubah perspektif dan memotivasi kita untuk melakukan hal yang baru
  4. Media juga dapat membantu kita berhubungan dengan orang lain diseluruh dunia dan menjadi lebih terbuka serta memahami budaya bangsa lain.14
  1. Pengaruh Negatif
Pergeseran pola tingkah laku yang diakibatkan oleh media massa dapat terjadi di lingkungan keluarga, sekolah, dan dalam kehidupan bermasyarakat. Wujud perubahan pola tingkah laku lainnya yaitu gaya hidup. Perubahan gaya hidup dalam hal peniruan atau imitasi secara berlebihan terhadap diri seorang firgur yang sedang diidolakan berdasarkan informasi yang diperoleh dari media. Biasanya seseorang akan meniru segala sesuatu yang berhubungan dengan idolanya tersebut baik dalam hal berpakaian, berpenampilan, potongan rambutnya ataupun cara berbicara yang mencerminkan diri idolanya (Trimarsanto, 1993:8).
Hal tersebut diatas cenderung lebih berpengaruh terhadap generasi muda.
Secara sosio-psikologis, arus informasi yang terus menerpa kehidupan kita akan menimbulkan berbagai pengaruh terhadap perkembangan jiwa, khususnya untuk anak-anak dan remaja. Pola perilaku mereka, sedikit demi sedikit dipengaruhi oleh apa yang mereka terima yang mungkin melenceng dari tahap perkembangan jiwa maupun norma-norma yang berlaku. Hal ini dapat terjadi bila tayangan atau informasi yang mestinya di konsumsi oleh orang dewasa sempat ditonton oleh anak-anak (Amini, 1993).
Dampak yang ditimbulkan media massa bisa beraneka ragam diantaranya  terjadinya perilaku yang menyimpang dari norma-norma sosial  atau nilai-nilai budaya. Di jaman modern ini umumnya masyarakat menganggap hal tersebut bukanlah hal yang melanggar norma, tetapi menganggap bagian dari trend massa kini. Selain itu juga, perkembangan media massa yang teramat pesat dan dapat dinikmati dengan mudah mengakibatkan masyarakat cenderung berpikir praktis.
Dampak lainnya yaitu adanya kecenderungan makin meningkatnya pola hidup konsumerisme. Dengan perkembangan media massa apalagi dengan munculnya media massa elektronik (media massa modern) sedikit banyak membuat masyarakat senantiasa diliputi prerasaan tidak puas dan bergaya hidup yang serba instant Gaya hidup seperti ini tanpa sadar akan membunuh kreatifitas yang ada dalam diri kita dikemudian hari.
Tayangan dari layar TV dan media lainnya yang menyajikan begitu banyak unsur-unsur kenikmatan dari pagi hingga larut malam membuat menurunnya minat belajar dikalangan generasi muda. Dari hal tersebut terlihat bahwa budaya dan pola tingkah laku yang sudah lama tertanam dalam kehidupan masyarakat mulai pudar dan sedikit demi sedikit mulai diambil perannya oleh media massa dalam menyajikan informasi-informasi yang berasal dari jaringan nasional maupun dari luar negeri yang terkadang kurang pas dengan budaya kita sebagai bangsa timur.
Selain itu juga terdapat beberapa dampak negatif yang dapat diuraikan sebagai berikut :
  1. Kekerasan merupakan faktor utama yang terlihat dan berpotensi menjadi penghasut yang berbahaya pada khalayak muda. Anak-anak mudah dipengaruhi oleh apa yang mereka lihat di televisi atau internet, kemudian menirukan tindakan kekerasan
  2. Pada saat ini, informasi yang dilaporkan mungkin tidak otentik dari setiap sudut. Oleh karena itu, mungkin ada salah tafsir terhadap situasi
  3. Berita dapat dimanipulasi untuk mempengaruhi pikiran penonton. Sebagai contoh, partai politik tertentu dapat memanipulasi laporan yang menguntungkan mereka, yang akan menunjukkan kontrol politik di media
  4. Sebuah peristiwa tertentu yang menyajikan gaya hidup mewah dapat menanamkan cita-cita yang salah dikalangan anak-anak
  5. Sensasionalisme yang tidak perlu dari sebuah isu dapat memproyeksikan informasi yang salah kepada publik
  6. Pesan menyesatkan mengalihkan pikiran menuju jalan yang salah15

Dalam pandangan yang lain, Menurut Karl Erik Rosengren pengaruh media cukup kompleks, dampak bisa dilihat dari:
  1. skala kecil (individu) dan luas (masyarakat)
  2. kecepatannya, yaitu cepat (dalam hitungan jam dan hari) dan lambat (puluhan tahun/ abad) dampak itu terjadi.
Pengaruh media juga bisa ditelusuri dari fungsi komunikasi massa, Harold Laswell pada artikel klasiknya tahun 1948 mengemukakan model sederhana yang sering dikutip untuk model komunikasi hingga sekarang, yaitu :
Siapa (who)
Pesannya apa (says what)
Saluran yang digunakan (in what channel)
Kepada siapa (to whom)
Apa dampaknya (with what effect)
Model ini adalah garis besar dari elemen-elemen dasar komunikasi. Dari model tersebut, Laswell mengidentifikasi tiga dari keempat fungsi media.
Pertama, media memperlihatkan pada pemirsanya bagaimana standar hidup layak bagi seorang manusia, dari sini pemirsa menilai apakah lingkungan mereka sudah layak, atau apakah ia telah memenuhi standar itu - dan gambaran ini banyak dipengaruhi dari apa yang pemirsa lihat dari media.
Kedua, penawaran-penawaran yang dilakukan oleh media bisa jadi memengaruhi apa yang pemirsanya inginkan, sebagai contoh media mengilustrasikan kehidupan keluarga ideal, dan pemirsanya mulai membandingkan dan membicarakan kehidupan keluarga tersebut, dimana kehidupan keluarga ilustrasi itu terlihat begitu sempurna sehingga kesalahan mereka menjadi menu pembicaraan sehari-hari pemirsanya, atau mereka mulai menertawakan prilaku tokoh yang aneh dan hal-hal kecil yang terjadi pada tokoh tersebut.
Ketiga, media visual dapat memenuhi kebutuhan pemirsanya akan kepribadian yang lebih baik, pintar, cantik/ tampan, dan kuat. Contohnya anak-anak kecil dengan cepat mengidentifikasikan mereka sebagai penyihir seperti Harry Potter, atau putri raja seperti tokoh Disney. Bagi pemirsa dewasa, proses pengidolaaan ini terjadi dengan lebih halus, mungkin remaja ABG akan meniru gaya bicara idola mereka, meniru cara mereka berpakaian. Sementara untuk orang dewasa mereka mengkomunikasikan gambar yang mereka lihat dengan gambaran yang mereka inginkan untuk mereka secara lebih halus.
Keempat, bagi remaja dan kaum muda, mereka tidak hanya berhenti sebagai penonton atau pendengar, mereka juga menjadi "penentu", dimana mereka menentukan arah media populer saat mereka berekspresi dan mengemukakan pendapatnya.
Penawaran yang dilakukan oleh media bisa jadi mendukung pemirsanya menjadi lebih baik atau mengempiskan kepercayaan dirinya. Media bisa membuat pemirsanya merasa senang akan diri mereka, merasa cukup, atau merasa rendah dari yang lain.16Itulah beberapa dampak positif dan negatif dari media massa, pada akhirnya, tergantung kepada setiap individu dalam menyikapinya.

  1. Teori-teori mengenai pengaruh media massa
Pengaruh media terhadap masyarakat telah menumbuhkan pembaharuan- pembaharuan yang cepat dalam masyarakat. Pembaharuan yang berwujud perubahan ada yang ke arah negatif dan ada yang ke arah positif.  Sehubungan dengan hal tersebut, ada beberapa teori kontemporer yang berkaitan dengan pengaruh komunikasi massa, yaitu:
  1. Teori Norma-Norma Budaya
Teori ini menganggap bahwa pesan/informasi yang disampaikan oleh media massa dengan cara-cara tertentu dapat menimbulkan tafsiran yang berbeda-beda oleh masyarakat sesuai dengan budayanya. Hal ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa media mempengaruhi sikap individu tersebut. Ada beberapa cara yang ditempuh oleh media massa dalam mempengaruhi norma-norma budaya. Pertama, informasi yang disampaikan dapat memperkuat pola-pola budaya yang berlaku serta meyakinkan masyarakat bahwa budaya tersebut masih berlaku dan harus di patuhi. Kedua, media massa dapat menciptakan budaya-budaya baru yang dapat melengkapi atau menyempurnakan budaya lama yang tidak bertentangan. Ketiga, media massa dapat merubah norma-norma budaya yang telah ada dan berlaku sejak lama serta mengubah perilaku masyarakat itu sendiri.
  1. Teori pergantungan
Ball-Rokeach & DeFleur mengungkapkan sebuah teori gambaran bagaimana masyarakat memerlukan media massa sehingga mewujudkan keadaan dimana ada orang merasakan seolah-olah tugas harian mereka tidak lengkap kalau tidak membaca Koran, maupun tidak dapat menonton berita di TV. Kita sendiri tentu bisa mengalami keadaan ini dimana kita merasakan berita yang didapati dari media massa amat penting bagi kita dalam menjalankan tugas harian. Keadaan amat memerlukan media massa ini dilihat sebagai pergantungan atau dependency. Dan kajian menunjukkan ketergantungan ini sangat terlihat ketika terjadinya pergolakan, krisis ataupun bencana. Media juga merubah taraf pengetahuan, sikap dan perilaku setelah mendapatkan pesan dari media tersebut.17
  1. Teori Penanaman
Menurut Gerbner (1986) “orang yang banyak menonton televisi mengalami perasaan takut terhadap keganasan yang terjadi di dunia.” Hal ini dikarenakan apa yang sering ditampilkan di televisi ialah mengenai bencana, peperangan, masalah kemanusiaan seperti pembunuhan, penyakit dan marabahaya. Keadaan ini apabila ditonton setiap hari menyebabkan kita berasa seolah-olah dunia ini penuh dengan keganasan yang menyebabkan kita takut sepanjang masa.18
Oleh karena itu teori Penamaan mungkin berupaya menguraikan sebagian daripada kesan TV terhadap pembentukan perasaan takut di kalangan penonton. Mungkin golongan penonton yang mudah terpengaruh adalah disebabkan latar belakang pendidikan yang rendah. Kesan program TV terhadap individu perlu mengambil jenis program yang ditonton, pesan yang diperoleh melalui program, oleh karena itu ciri individu dapat menentukan kesan TV terhadap penonton.19

  1. Solusi Mengatasi Dampak Negatif Media Massa
Setelah kita membicarakan pengaruh media massa di era globalisasi ini, yang telah menimbulkan dampak negatif yang tidak sedikit jumlahnya. Maka dari itu perlu adanya solusi untuk mengatasi dampak negatif itu, diantaranya adalah :
1. Menegakkan fungsi hukum yang berlaku, misalnya pembentukan cybar task forte yang bertugas untuk menentukan standar operasi pengendalian dalam penerapan media massa (internet) di instansi pemerintahan.
2. Menghindari penggunaan telepon seluler berfitur canggih oleh anak-anak di bawah umur dan lebih mengawasi pemakaian ponsel.
3. Mempertimbangkan pemakaian internet dalam pendidikan, khususnya untuk anak di bawah umur yang masih harus dalam pengawasan ketika sedang melakukan pembelajaran dengan TIK. Analisis untung ruginya pemakaian.
4. Tidak menjadikan internet sebagai media atau sarana satu-satunya dalam pembelajaran, misalnya kita tidak hanya mendownload e-book, tetapi masih tetap membeli buku-buku cetak, tidak hanya berkunjung ke digital library, namun juga masih berkunjung ke perpustakaan.
5. Menggunakan software yang dirancang khusus untuk melindungi ‘kesehatan’ anak. Misalkan dengan beberapa program atau software yang dapat memproteksi anak dengan mengunci segala akses yang berbau seks dan kekerasan.
6. Pihak-pihak pengajar baik orang tua maupun guru, memberikan pengajaran-pengajaran etika dalam penggunanaan media massa internet dan televise agar dapat dipergunakan secara optimal tanpa menghilangkan etika.
7. Program televisi:
a. Mewaspadai muatan pornografi, kekerasan dan tayangan mistis.
b. Menghindari penempatan TV pribadi didalam kamar.
c. Memperhatikan batasan umur penonton pada film yang telah di tayangkan.
8. Tindakan yang bisa dilakukan pemerintah:
a. Menciptakan dan mengesahkan UU tentang hak cipta.
b. Menyaring informasi yang masuk ke negaranya.
c. Membuat software yang mampu memproteksi situs-situs porno di internet.
d. Menciptakan dan mengesahkan undang-undang penyiaran.20

Dari segala permasalahan pengaruh media massa terhadap perubahan sosial, anak-anaklah yang paling rentan mengalami suntikan-suntikan berbahaya dari perkembangan dan penyalahgunaan media massa di era globalisasi ini. Solusi yang tepat untk menghadapi masalah tersebut terletak pada peran orang tua. Karena disini peranan dari kedua orang tua sangatlah penting. Kedua orang tua diharapkan dapat membimbing dan mengawasi anak-anaknya dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Sehingga anak-anak dapat mengerti hal apa saja yang termasuk hal yang baik dan hal yang kurang baik. Dan disini juga terdapat beberapa cara untuk mencegah dampak-dampak negatifnya.
Selain itu juga kebijakan pemerintah tetap memegang kuasa tertinggi dalam suatu pembentukan dan perkembangan moral bangsa. Bukan dengan menolak secara keras perkembangan dan penggunanaan media massa. Karena itu merupakan hal yang tidak mungkin terjadi di masa sekarang ini. Namun dengan adanya pengawasan-pengawasan atas apa yang disajikan media massa baik dari dalam negri maupun dari luar. Walaupun pada hakikatnya, itu semua kembali kepada sang pengguna media massa tersebut.
















DAFTAR PUSTAKA
AssumptaRumanti OSF, Maria, Dasar-dasar public relations teori & praktik (Jakarta: Grasindo,2005)
Bungin, Burhan, SosiologiKomunikasi, Teori, Paradigma, danDiskursusTeknologiKomunikasi di Masyarakat( Jakarta : KencanaPrendan Media Grup, 2013)
Hooguelt, Ankle MM, SosiologiSedangBerkembang (Jakarta, Raja GrafindoPersada, 1995)
html blogspot.com/2012/12/ makalahdampaknegatifteknologi
Lawang, Robert M.Z. BukuMateriPokokPengantarSosiologiModul 4–6, (Jakarta, DepartemenPendidikandanKebudayaanUniversitas Terbuka,1985)
L.Rivers, William, Jay W.Jensen, Theodore Peterson, Media Massa danMasyarakat Modern (Jakarta :Prenada Media, 2003)
Madya, Saodah wok, Narimahismail, Mohd.Yusuf, Teori-teorikomunikasi (Kuala Lumpur :PercetakanCergas,2004)
Nova ,Firsan, Crisis Public Relations (Jakarta: Grasindo,2009)



1 Sr. Maria Assumpta Rumanti OSF, Dasar-dasar Public Relations Teori & Praktik (Jakarta: Grasindo,2005) h. 118
2 Firsan Nova, Crisis Public Relations (Jakarta: Grasindo,2009) h. 204
3 Ibid, h. 205
5 Madya, Saodah wok, Narimah Ismail, Mohd.Yusuf, Teori-teori komunikasi (Kuala Lumpur :Percetakan Cergas,2004) H.102
6 William L.Rivers, Jay W.Jensen, Theodore Peterson, Media Massa dan Masyarakat Modern (Jakarta : Prenada Media, 2003) h. 228-229
7 Firsan Nova, Crisis, h. 204-205
9 Burhan Bungin, Sosiologi Komunikasi, Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat ( Jakarta : Kencana Prendan Media Grup, 2013) h.91
10 Hooguelt, Ankle MM, Sosiologi Sedang Berkembang (Jakarta, Raja Grafindo Persada, 1995) h.56
11 Robert M.Z. Lawang, Buku Materi Pokok Pengantar Sosiologi Modul 4–6, (Jakarta, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Universitas Terbuka,1985) Hlm. 79
12 Burhan, Sosiologi, h.91


13 William, Media, h. 321-322
15 http://www.wedaran.com/7491/dampak positif dampak negatif media
17 Madya, Teori-teori, h.104
18 Ibid, h. 105
19 Ibid, h. 107

20 blogspot.com/2012/12/ makalah dampak negatif teknologi.html